Hubungan Investor

Laporan keuangan yang telah diaudit

INA setiap tahunnya menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit sesuai dengan praktik terbaik internasional.

INA fokus membangun fundamental organisasi agar dapat menjalankan mandat yang diberikan"

Satu Tahun Perjalanan INA

Tahun 2021 menandai kiprah perdana Indonesia Investment Authority (INA) sebagai lembaga pengelola investasi dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang didirikan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia. Kehadiran INA diharapkan dapat mengkapitalisasi potensi investasi dalam negeri, serta dalam jangka panjang, mampu mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan dan menciptakan kemakmuran bagi generasi mendatang.

Dalam satu tahun sejak pembentukannya, INA fokus membangun fundamental untuk dapat melaksanakan mandatnya. Rangkaian langkah yang dilakukan meliputi pengembangan organisasi yang efektif, merumuskan dan mengesahkan 36 peraturan dewan direktur yang melandasi kegiatan operasional INA; serta pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia terbaik di bidangnya, pengembangan perangkat tata kelola dan manajemen risiko yang berstandar internasional, serta pembangunan infrastruktur operasional yang produktif.

Selain itu, salah satu hal yang mendasar dalam fase awal perjalanan INA adalah membangun reputasi dan kredibilitas di kalangan investor. Proses pemilihan mitra dan negosiasi investasi, baik dengan mitra investor maupun investee, secara konsisten dilakukan dengan berpegang teguh pada prinsip tata kelola yang baik sesuai praktik internasional terbaik. Sepanjang tahun 2021 INA telah menjangkau dan berdiskusi dengan lebih dari 80 mitra investor global dan berhasil menarik beberapa komitmen investasi dari para mitra tersebut.

Sepanjang 2021 INA berhasil menyelesaikan 11 (sebelas) Kesepakatan Investasi, 4 (empat) Head ofAgreement (HoA) dan telah menerbitkan 16 (enam belas) Letter of Intent (LOI)/Non-Binding Offer(NBO). Secara keseluruhan INA berhasil menjaring komitmen investasi dari berbagai investor global senilai lebih dari Rp300 triliun untuk sektor transportasi, logistik, kemaritiman, hingga infrastrukturdigital. Selain itu, INA juga sedang melakukan rangkaian proses investasi di sektor layanankesehatan dan terlibat aktif dalam pembicaraan di sektor energy transition mechanism (ETM).

Bersama mitra investor INA telah merealisasikan satu investasi pada perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL/Mitratel) melalui mekanisme IPO senilai USD770 juta yang merupakan 60% dari total nilai IPO Mitratel. Dalam IPO Mitratel, INA bertindak sebagai anchor investor yang berperan aktif dalam membawa mitra asing yaitu GIC, ADIA, dan ADG yang merupakan investor global terbesar di sektor telekomunikasi sehingga dapat memberikan nilai tambah dan berperan sebagai thought partner bagi perusahaan.

Di tahun 2021 pula, INA mendapatkan kesempatan untuk menjajaki investasi di beberapa lokasi pelabuhan strategis di Indonesia bersama DP World sebagai salah satu operator pelabuhan terbesar dan terbaik di dunia. Bersama dengan DP World, INA telah menandatangani Perjanjian Aliansi Strategis yang menandai komitmen investasi sampai dengan USD7,5 miliar.

Selain itu, INA telah membentuk platform investasi jalan tol senilai USD3,75 miliar bersama konsorsium investor internasional yang melibatkan Caisse de dépôtet placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG), dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). INA bersama dengan konsorsium telah melakukan reviu atas 35 aset jalan tol khususnya Trans Sumatera dan Trans Jawa, dan bertujuan untuk menciptakan efek multiplikasi pada pertumbuhan ekonomi dan mengoptimalkan potensi ekonomi di Sumatera dan Jawa.

INA pun telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Investasi dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG) yang didirikan untuk mendukung investasi UEA senilai USD10 miliar. Kemitraan ini akan menjadi landasan bagi ADG dan INA untuk bekerja sama melalui pendekatan yang tangkas di berbagai bentuk investasi keuangan dengan imbal hasil yang optimal dan memprioritaskan prinsip keberlanjutan.

Di sektor bandar udara, INA dan PT Angkasa Pura II (Persero) telah menandatangani 2 (dua) Head of Agreement (HoA) tentang Kemitraan Strategis Pengelolaan dan Pengembangan Bandara, dan Kemitraan strategis Pengelolaan dan Pengembangan Cargo Village. Di akhir tahun 2021, INA juga telah menandatangani 2 (dua) Head of Agreement (HoA) bersama dengan Waskita Karya dan Hutama Karya terkait Kemitraan Strategis di sektor Jalan Tol.

Sebagaimana yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan, INA telah berhasil melaksanakan proses pemenuhan modal secara berjenjang sehingga mencapai Rp75 triliun di akhir tahun 2021. INA juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp231,2 miliar di tahun 2021 serta peningkatan total aset dan ekuitas menjadi masing-masing sebesar Rp79,2 triliun dan Rp79,1 triliun. Laporan Keuangan INA disusun berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards/IFRS).

Selanjutnya, selaras dengan komitmen Pemerintah dan praktik global, INA memberikan perhatian serius pada tanggung jawab sosial dalam penyelenggaraan operasional dan investasi melalui pembentukan divisi khusus, penyusunan kebijakan, dan kerangka kerja yang berbasis pada dimensi lingkungan, sosial dan tata kelola (environment, social, & governance / ESG). Kebijakan ESG sudah disahkan dan digunakan untuk melakukan due diligence investasi. Selain itu, INA sudah terdaftar sebagai Associate Member dari International Forum Soveregin Wealth Fund (IFSWF) beberapa bulan sejak pembentukannya.

December 31, 2021

Laporan Finansial Teraudit